Thursday, October 14, 2010

UCAPAN SELAMAT KEPADA DR ASTI

Herbud:

Sampun sakwetawis dangu bu dokter Asti kok mboten ketingal njih...? Menopo kolo wingi injih kebanjiran order operasi cesar 10-10-10...he..he..he...
Wassalam Herbud.

Hitapriya:

Ha, ha, ha, ..... nembe repot klantaran nembe kemawon dados Bu KaRumKit ..........
Mekaten lo mas HerBud ......
Sumonggo menawi bade paring magayubagyo .....

Rima Dewi:

Ass,ww. Iya. Kita ucapkan selamat kpd Asti dan suami semoga diberi kemudahan menjalani amanah dan kita tunggu syukurannya he he .salam RDS

Yang Uti:

Dear bu Asti,
Selamat atas terpilihnya menjadi Direktur Rumahsakit. Suatu kepercayaan yang tidak main-main, dan merupakan bukti penghargaan atas prestasi dan profesionalisme di bidang pelayanan medis. Kami sangat bangga.
Mas Hita terima kasih atas info nya.
Salam hangat, ss

Hitapriya:

Ini baru saja, saya mendapat tugas untuk menentukan tanggal pesta ......
Tanggal pesta Slametan BuKaRumKit Ramelan yang baru DJ Asti ...
Saya mohon mas HerBud dan teman2 semua bisa segera menentukan tanggal pesta kita ..

Asti:

Ysh Yang Uti ....
Ojo salah !!!! Sing dadi Karumkit kuwi bojoku , bukan sy ......
Lha aneh-e , aku sing repote ngluwihi karumkit-e ....ha ha ha ....biasa , tentara , adanya protokoler seremonial yg bikin capek kalo gak terbiasa ....
Nuwun Yang Uti
Psp.

Murtijanto:

MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA BU Dr. ASTI YANG MEMANGKU JABATAN KEPALA RUMAH SAKIT.
SEMOGA AMANAH YANG BERAT INI DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN BAIK.

Sudjendro:

Mbak Asti, saya ucapkan selamat dan sukses atas promosi suami anda menjadi Direktur Rumah Sakit Dr Ramelan Surabaya. Smoga Allah SWT selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada mbak Asti dan keluarga. Amin YRA -sudjendro-

Masyhuri:

Ysh mbak Asti,
Yang jadi Direktur Suami ya sama saja, yang penting panggilan mbak Asti kan Bu Direktur. Rumah Sakit mana to itu, aku kok kuper. Siapa tahu habis Pak Asti (belum hafal namanya, maaf) terus diganti Bu Asti, koyo Bupati Bantul, habis Pak Idham Samawi lalu diganti Bu Idham.
Selamat kepada Pak Asti. mbak Asti dan seluruh keluarga semoga barokah dan sukses.
salam,
masyhuri

Herbud:

Menghaturkan Selamat kepada bu dokter Asti dan pak Jenderal atas amanah sebagai Dirumkit AL semoga sukses selalu amin...
Wassalam Herbud.

Sudarmanta:

Dibelakang orang besar selalu ada isteri besar yang mendukungnya, selamat u/ mbak Asti sekeluarga.
STW

Marsito:

Asti,
Tolong sampaikan ucapan selamat kpd Laksamana Sakti Hutomo, suami anda tercinta, atas promosi menjadi Dir Rum Kit Al.
Iktu bergembira, semoga sukses.

Jumhan:

Mbak Asti, Amanah gak usah diajari jalan tho ! Hahaha, btw selamat dan sukses unt mas Hoet n fam, semoga Allah swt selalu melimpahkan Rahmah dan Hidayyah-Nya. Amin !
Wass,

Edhi Martono:

Bu Asti:
Selamat atas jabatan baru Anda sebagai Ketua Jalasenastri cab. Rumkital (ngendi si, Mintohardjo Jakarta? Surabaya? Banda Aceh? Manokwari?) dan kepada ysh Laks.dr. Sakti Hutomo atas pengangkatan beliau sebagai direktur. Semoga amanah dan barokah.
em

Kusnumartoyo:

mbak Asti ysh....
Selamat atas tugas barunya, Amanah yang sangat mulia dan memerlukan keikhlasan yang sangat besar agar bisa menjalani dengan baik. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahNYA. Semoga semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Wasalam, Kusnu, Medan.

Naniek SM:

Mb. Asti...
Selamat mendampingi Tugas Mulia Suami tercinta, smg selalu dilindungi Alloh SWT. jd tambah sibuk aja ya? tp aku yakin dg kegesitan mbak asti, pasti masih bs jrantal sana - jrantal sini ............

Eddy Rooseno:

Yth. mb Asti
Selamat atas posisi/tugas baru keng garwo sbg Dir Rumkit AL,
semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rahmah dan Hidayyah-Nya. Amin !
Ed.Rooseno

Umi Purwati:

Dr. Asti;

Selamat atas promosi kang garwo (suami) menjadi Direktur RumKit, semoga Dr.Asti juga dapat mendampinginya atas amanah dari Allah SWT. Amien.
Umi

Monday, October 4, 2010

Yoyon Kusnendar Suprapto: Julukannya, Doktor Gamelan

Setelah 25 tahun merampungkan studi S2-nya, gelar Yoyon Kusnendar Suprapto kini bertambah satu. Pada 23 September lalu ia dikukuhkan sebagai doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Terkait dengan bidang yang ditelitinya, Yoyon pun dijuluki Doktor Gamelan. Yoyon tak keberatan dengan julukan tersebut. Predikat itu disandangnya menyusul disertasinya yang berjudul 'Ekstraksi Suara Saron Berbasis Spectral Density Menggunakan Filter Multidimensi'. ''Saya ingin membakukan notasi gamelan,'' tutur pria kelahiran 25 September 1954 ini. Pada awalnya Yoyon tidak mengetahui ada perbedaan notasi pada gamelan, khususnya saron. Setelah mencoba langsung memainkan sejumlah gamelan, ia mendapati tiap gamelan menghasilkan bunyi notasi yang berbeda. ''Notasi do, misalnya, memiliki frekuensi suara yang beragam.''

Perbedaan tersebut sesungguhnya lumrah. Apalagi jika mengingat gamelan dikerjakan oleh empu secara tradisional. ''Mereka membuat gamelan tanpa memanfaatkan garputala sebagai alat penala,'' ungkap Yoyon. Empu gamelan, lanjut Yoyon, biasanya mengandalkan kepekaan telinga masing-masing dalam membuat alat musik orkestra tradisional Indonesia ini. Itulah yang menyebabkan ketidakseragaman gamelan. ''Namun, jika diperhatikan, frekuensinya memang bisa dirata-ratakan.'' Ambang toleransi untuk notasi do pada saron, contohnya, berada pada kisaran 510 Hz sampai 520 Hz. Ketiadaan standar baku untuk notasi membuat suara gamelan beragam sekali. "Kalau sudah tertera dengan baik, kita bisa mendapatkan notasi yang standar dari setiap empu gamelan," ucap Yoyon. Mengapa fokus pada saron? Yoyon menjelaskan saron merupakan instrumen yang dipakai sebagai notasi dasar permainan gamelan, ibarat bass pada sebuah band. "Namun, jauh lebih sederhana notasinya."

Hanya saja, Yoyon sadar ide pembakuan notasi itu tidak bisa dipaksakan penerapannya. Belum tentu para pembuat gamelan mengapresiasi temuannya. ''Tentunya kita tidak bisa mendesak pemberlakuan standardisasi gamelan seperti alat musik Barat.'' Dengan adanya standardisasi notasi ini, bukan mustahil gamelan dapat dibuat versi sintetisnya. Semacam organ, wujudnya. "Namun, tentu perlu dilihat lagi sejauh mana itu diperlukan," ucap Yoyon.

Sebetulnya, Yoyon kesulitan menjelaskan kepada dunia internasional tentang saron, kentong, dan gendang. Sebab, peralatan gamelan sulit dibawa. "Kalau ada sintetisnya tentu lebih mudah dipindah-pindahkan."

Fakta itu tidak serta-merta membuat penelitian Yoyon berkurang makna pentingnya. Ia optimistis suatu saat nanti ada yang mau memanfaatkan hasil risetnya. ''Yang penting, jika ada yang membutuhkan penyeragaman notasi gamelan, panduannya sudah ada.'' Sejauh ini, penelitian Yoyon belum disambut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Namun, masyarakat luas mulai mengenal sosok Yoyon lewat media massa. ''Saya terkejut apa yang saya teliti direspons positif oleh masyarakat,'' komentar dosen Jurusan Teknik Elektro ini.

Terpikat budaya
Di saat kebanyakan calon doktor memilih bidang lain untuk topik disertasinya, Yoyon terpanggil untuk mencermati alat musik tradisional Indonesia. Secara pribadi ia memang punya ketertarikan pada instrumen gamelan. ''Sejak usia 40 tahun, saya mulai tertarik dengan kebudayaan dalam negeri.''

Sebelum mengamati gamelan, Yoyon terlebih dulu mengupas tiga budaya tradisional Jawa dan Bali. Ia mengajak mahasiswa bimbingannya untuk membuat penelitian tugas akhir terkait kekayaan budaya daerah masing-masing. "Saya beri ide, mereka yang meneliti." Mahasiswa Yoyon awalnya berkerut kening mendengar topik yang disodorkan dosen pembimbing skripsinya itu. Namun, mereka cepat mencerna dan melihat korelasinya dengan bidang studi tekbik elektro. "Sepanjang tahun 1994 sampai 1995, tiga penelitian berlatar budaya kami hasilkan," cetus ayah tiga anak ini.

Mahasiswa asal Bali, contohnya, diajak Yoyon membuat kalendar upacara umat Hindu. Biasanya, hanya pedanda saja yang dapat membuat perhitungan upacara tiap banjar (desa). "Kalendar upacaranya bisa dibuat secara komputerisasi dengan menggunakan persamaan matematika," urai alumnus Institut Teknologi Bandung yang pada1978 merantau ke Amerika Serikat untuk meneruskan studi di bidang komputer di University of Missouri.

Masih dari kebudayaan Bali, Yoyon merangkul mahasiswanya untuk mendokumentasikan isi pesan di gulungan daun lontar. Tiap gulungan di scan lalu disimpan di komputerisasi. "Siapa pun yang ingin mempelajarinya bisa membaca versi bahasa aslinya dan bahasa Indonesia." Komputerisasi ini dapat membantu perbendaharaan pustaka daun lontar. Penelitian tersebut juga menerjemahkan huruf, kata, dan arti keseluruhan dari isi pesan yang dituliskan di atas daun lontar. "Mumpung yang mengerti masih ada, kita harus bantu melestarikannya," kata Yoyon yang diwisuda bertepatan dengan penyelenggaraan Wisuda Akbar 50 Tahun Jurusan Teknik Elektro ITS, Sabtu (2/10) kemarin.

Selain itu, Yoyon juga pernah mengembangkan huruf Jawa. Pemrosesan huruf dengan bantuan komputer ini dilakukan oleh mahasiswa yang skripsinya dibimbing dosen senior ini. "Sebelum dicaplok negara lain, kita harus lebih dulu meneliti dan mengembangkan budaya bangsa," tandasnya. ed: nina chairani.
Sumber:
http://koran.republika.co.id/koran/0/120165/Yoyon_Kusnendar_Suprapto_Julukannya_Doktor_Gamelan

Herbud:

Sobat-sobat TldJOG70 ysh...ysb...
Menghadiri sidang terbuka promosi doktor mas Yoyon Kusnendar, yang meneliti tentang Gamelan khususnya Saron...yang menurut para "Penyanggah" katanya termasuk desertasi yg langka/ fenomenal....Selamat utk mas Yoyon..selamat TldJOG70....
Hadir disini mbak Asti. Mas Hita,mbak Martin dan mbak Ajeng... Foto2 terlampir.
Wassalam Herbud.











Naniek SM:

nimbrung........

terlebih dahulu saya ucapkan selamat buat mas Yoyon (teman sekelas sejak kelas 1) aku bangga padamu.......

ngomong-2 soal gamelan wah aku baru tahu kalau bisa jadi bahan desertasi doktor, bisa diutak-atik dengan ilmu yang tuinggi...
padahal aku sejak kecil deket sekali dengan gamelan.. (eyangku dr Bapak & Ibu semua punya gamelan) dan aku jg bisa nabuh (yang paling simple memang nabuh saron), note-nya mudah diikuti...

setelah di Jkt aku dah tidak pernah lg nabuh gamelan, tp keluargaku di Yk masih melestarikan gamelan ...dan ditanamkan ke anak cucu semua agar ikut nguri-uri warisan leluhur tsb..... sehingga saat ini terbentuk paguyuban karawitan yang anggotanya anak/ cucu/ buyut dari eyangku. dan tiap acara pertemuan keluarga (spt syawalan) selalu ditampilkan........jd bisa bersilaturachmi di kel besar sambil nglaras.

Buat kami gamelan ya untuk dinikmati saja, ternyata sebagian ilmuwan pada sibuk mengadakan penelitian yang aduhai rumitnya.... tidak terbayangkan oleh kami.

HALAL BILHALAL KEMANTREN JATIM 2010

Sobat2 TldJOG70 Ysh.. Ysb....
Kemantren Jatim kemarin jadi mengada kan Halal Bihalal 1431 H di Jombang...tuan rumah dr Rachmad HS SpA... Memang tidak seluruh warga bisa hadir karena sedang ada acara keluar kota/ negeri, namun seperti biasa suasana guyup- rukun nampak sekali... Masing2 membawa makanan kecil/buah.... dan makanan besar disiapkan tuan rumah. Obrolan pun berlangsung gayeng sd jam 15.00...
Tuan rumah nggak ngira dpt oleh2 makanan khas Sby/Sido arjo (Tks mbak Asti).... dan kami2 nggak ngira dpt "angsul2" kecap dan kripik pisang khas Jombang...tks mas Rachmad.
Dlm perjalanan pulang, mas Hita/mbak Ria dan mbak Asti melengkapi acara dg mengajak makan Soto Dhog..soto khas Jombang yg seger - nikmat dan kaget... karena cara menyjikan sotonya...kecap dikecrot dengan cara "dibanting" dulu dhoog .... bikin kaget.
Terlampir beberapa fotonya.
Wassalam Herbud.



HALAL BILHALAL KEMANTREN JAKARTA












Friday, October 1, 2010

SEDEKAH –> BAHAGIA–> KAYA

Asti:

Ini saya share ada artikel baik utk direnungkan dan monggo dianalisa .....

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat tanpa pandang agama yaitu ketika semua responden diberi sejumlah uang lalu dicatat aktifitas otak ketika senang menerima uang. Siapa sih yang tidak senang diberi uang? Para ahli mencatat ada bagian tertentu pada otak yang “menyala” ketika senang menerima uang.

Setelah itu ditanya: uangnya mau dipakai sendiri atau mau didonasikan secara anonim? Responden bebas memilih. Responden yang jawab pakai sendiri uangnya, tidak terjadi apa-apa di otaknya. Tapi hal menakjubkan terjadi pada mereka yang menjawab akan mendonasikan uangnya.

Mereka yang jawab akan mendonasikan uangnya, otaknya kembali “menyala”. Persis di tempat yg sama dengan pada saat mereka senang terima uang.

Kesimpulannya: Sedekah dengan ikhlas memberikan rasa SENANG yg sama dengan ketika menerima uang.

Bisa disimpulkan juga, kesenangan untuk bersedekah (filantropi) berlaku universal.

Jadi jika pada saat tanggal tua seperti sekarang merasa “tidak bahagia” karena kurang/tidak punya uang, BERSEDEKAHLAH. Maka kita akan merasa tanggal muda lagi.

Lalu kata ustadz sedekah bikin kaya, apakah benar? Nah, penelitian neuroecenomics berikutnya menjawab pertanyaan tersebut : Beberapa penelitian lain meneliti hubungan SENANG dgn KAYA. Ribuan mahasiswa baru ditanya apakah mereka termasuk orang yang bahagia atau tidak bahagia. 15-20 thn kemudian, setelah mahasiswa itu lulus & mulai mapan, ditanya kembali berapa penghasilan mereka sekarang. Ternyata, responden yang dulunya MERASA BAHAGIA kini berpenghasilan rata-rata 31% lebih tinggi daripada yang dulunya MERASA TDK BAHAGIA. 300 karyawan di 3 perusahaan berbeda di Amerika disurvey tentang level bahagia mereka lalu diranking & dicatat penghasilannya masing-masing. 18 bulan kemudian ditanya lagi berapa gajinya.

Ternyata, semakin MERASA BAHAGIA, semakin tinggi juga kenaikan penghasilan mereka. Penelitian lain membuktikan, perusahaan dengan CEO yang periang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik daripada CEO yang pemurung.

Terbukti secara ilmiah: SEDEKAH –> BAHAGIA–> KAYA

Maka pesan moralnya adalah : jika kita sulit MERASA bahagia, bahagiakanlah orang lain (sedekah), insya Allah kita akan merasakan bahagia.

Kalau Anda mengejar harta agar bisa bahagia, bersiaplah untuk kecewa. Kalau Anda merasa bahagia dengan apa yang ada, bersiaplah untuk kaya.

Seringkali orang malas dengan yang namanya sedekah, berbagai alasan digunakan untuk tidak melakukan sedekah. Ada yang beralasan gaji mepet, masih kekurangan dana untuk makan, atau males dan lupa sedekah. Padahal sebenarnya sedekah itu dapat melapangkan rejeki kita. Pendapatannya (income) cuma Rp 2 juta, tapi kok dia bisa bersedekah Rp 5 juta? Ternyata, ini tidaklah seberat yang Anda duga.


Anda juga bisa. Begini caranya: - Pertama, tingkatkan sedekah Anda, minimal 2 kali lipat. - Kedua, ajaklah orang-orang bersedekah, sehingga terkumpul 5 juta, 4 miliar atau jumlah lain yang Anda inginkan. - Begitu jumlah X terkumpul, berarti itu sama saja Anda telah bersedekah senilai X. - Jadi, bukan cuma sholat yang bisa berjemaah. Sedekah juga bisa berjemaah (collective giving). Nah, pastikan saja Anda yang menjadi ‘imamnya’. Istilah lainnya, tangan kanan mengajak tangan kiri untuk bersedekah. Hehehe!

By the way, jangan pernah Anda pusingkan pendapat orang lain yang menuduh Anda riya, ujub, dan sombong. Ah, sejak kapan dia jadi malaikat? Tahu dari mana dia, isi hati Anda? Menurut saya, akan jauh lebih baik Anda: - lupakan malaikat gadungan itu - luruskan niat - teruslah bersedekah - teruslah mengajak orang-orang untuk bersedekah

SALAM SEMANGAT

Wednesday, September 22, 2010

NASIHAT SEORANG SAHABAT

Masyhuri:

Teman2 sekalian, baru saja saya dapat nasehat dari seorang sahabat milis, berikut nasehat tsb:

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih; tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam; tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang; tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Allah SWT. Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
salam,
MHR

Marsito:

Pak Masyhuri,
Kuncinya hanya 1 (satu), berbuat apapun sebaiknya dan seharusnya hanya dan untuk Allah. Insya Allah.
Begitu, kan Pak Edmart dan Pak STW.
Wass.ww.

Edhi Martono:

Pak Mhr, pak dokter, teman-teman lain:

Inti nasehat sahabat pak Masyhuri itu ada di tiga baris terakhir, ringkasnya dalam dalam enam kata: "Berikan darimu yang terbaik untuk AlLah"
edmart

Herbud:

Ysh mas M dan M (Masyhuri dan Marsito)
Betul kesimpulannya ya di bait terakhir itu :"Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Allah SWT.Ini bukan urusan antara engkau dan mereka".Jadi segala sesuatu... harus diniatkan karena Alloh, untuk mendapat kan ridho Alloh SWT.
Wassalam Herbud.

Friday, September 17, 2010

Dr. Sri Suryawati Terpilih Sebagai Second Vice-President INCB

Dalam sidang ke-98 International Narcotics Control Board (INCB) yang berlangsung di Vienna, Austria 3-14 Mei 2010 lalu telah memilih Dr. Sri Suryawati, Apt., staf pengajar Fakultas Kedokteran UGM sebagai Second Vice-President dan Chair of the Standing Commitee on Estimates. Posisi ini tentu sangat membanggakan sebab International Narcotics Control Board (INCB) berada dibawah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai suatu badan kuasi-judisial independen yang berkedudukan di PBB, INCB bertugas untuk memonitor implementasi konvensi internasional PBB terkait pengawasan narkotika, psikotropika dan prekursor. Lingkup tugasnya memastikan bahwa kebutuhan narkotika dan psikotropika untuk kepentingan medis dan riset terpenuhi, dan tidak terjadi kebocoran masuk ke jalur ilegal.
Selain ini juga memastikan bahwa pengawasan untuk jalur ilegal dilakukan secara ketat baik ditingkat negara maupun secara internasional. Sehingga dalam menjalankan tugasnya INBC senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai badan internasional lain seperti WHO, Interpol, dan World Custom Organization (WCO).
"Raihan ini tentu tidak lepas dari kebaikan para pimpinan, Rektor, Dekan dan Kepala Bagian yang telah memberikan keleluasaan pada saya untuk berkecimpung di bidang ini," ucap Sri Suryawati, di Fakultas Kedokteran UGM, Kamis (5/8).
Suryawati menjelaskan INCB memiliki anggota 13 orang yang terdiri dari 10 orang birokrat yang diusulkan oleh pemerintah negaranya dan tiga orang ahli yang dinominasikan oleh World Health Organization (WHO) karena kepakarannya di bidang kedokteran, farmakologi dan farmasi. Indonesia merupakan salah satu dari delapan negara berkembang (Afrika Selatan, China, India, Iran, Kolombia, Meksiko dan Thailand) yang warganegaranya bergabung dalam keanggotaan INCB. Sementara itu keanggotaan INCB ditentukan melalui pemilihan yang dilakukan oleh 53 negara yang tergabung dalam ECOSOC (UN-Economic and Social Council) yang berkedudukan di New York.
"Setelah terpilih tiap anggota bertugas atas dasar kapasitas pribadi yang indepen. Tidak mewakili negara ataupun kepentingan pihak manapun. Dengan keterwakilan Indonesia di lembaga ini sangat penting, sebab sebagai negara yang strategis di kawasan Asia dan memiliki perhatian serta berkepentingan besar dalam isu penangan masalah narkoba," koordinator Program S2-IKM UGM Minat Utama Kebijakan Obat.
Suryawati tercatat sebagai anggota INCB semenjak tahun 2007. Meski mengaku belum berkontribusi, namun pada tahun-tahun itu ia telah menunjukkan peran aktif yang sangat menentukan dalam berbagai pertemuan INCB. "Baru pada tahun 2009 saya diangkat sebagai Vice-Chairperson of the Standing Committee on Estimates," tuturnya.
Posisi sebagai Second Vice-President dan Chair of Standing Committee on Estimates tentu reputasi yang sangat membanggakan. Karena committee ini bekerja sepanjang tahun guna memastikan keseimbangan jumlah suplai dan kebutuhan serta kecukupan narkotika dan psikotropika untuk kepentingan medis dan penelitian. "Selain itu juga bertugas memastikan kecukupan untuk stok global. Saat ini hanya ada dua wanita di INCB, saya dan seorang wakil dari Jerman," tambahnya.
Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D memberikan apresiasi tinggi atas raihan ini. Ia berharap pengabdian semacam ini akan diikuti oleh para staf pengajar FK UGM lainnya. "Kiprah Dr. Sri Suryawati di INCB ini sangat membanggakan. Tidak hanya Fakultas Kedokteran UGM, tapi juga Bangsa Indonesia," paparnya. (Humas UGM/ Agung)
Sumber:
http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2938