Wednesday, August 22, 2012

MEWUJUDKAN PERTANIAN/AGRIBISNIS YANG TANGGUH


Prof. Dr. Masyahuri, Guru Besar Agribisnis  UGM
Dalam rangka ulang tahun Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada (MMA-UGM) yang ke-6 (enam) telah diselenggarakan berbagai kegiatan diantaranya: (i) Pembukaan Pameran Produk-produk Pertanian (3 s/d 8 Mei 2005 di Areal Fakultas Pertanian/MMA-UGM); (ii) Acara KEMAS (Kenangan Masa di TVRI Yogyakarta (Selasa, 3 Mei 2005); (iii) Seminar Nasional Mewujudkan Pertanian/ Agribisnis Yang Tangguh di Era Otonomi Daerah (Sabtu, 7 Mei 2005 di Auditorium Pascasarjana UGM); (iv) Temu Alumni MMA-UGM (Sabtu, 7 Mei 2005) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. 

Dalam seminar Mewujudkan Pertanian/ Agribisnis Yang Tangguh di Era Otonomi Daerah pada hari Sabtu, 7 Mei 2005 lalu hadir sebagai pembicara yaitu: Prof. Dr. Masyhuri (Guru Besar Ekonomi Pertanian/ Agribisnis UGM dan Koordinator PERHEPI Wilayah Jawa); Dr. Budiono (Mantan Menteri Keuangan RI); Johanes Saragih (Koordinator Perencana Bisnis Menengah BRI); DR. Paulus Tribata Budiarjo, M.Th, MM (Praktisi Agribisnis Buah Naga); Paulus Setiabudi (Senior Vice President PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk); Dr. Ir. Djamaluddin MS, APU (Kepala Dinas Pertanian Propinsi Gorontalo); dan Dr. Arief B. Witarto, M.Eng (Ketua Peneliti Bioteknologi Indonesia). 

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Masyhuri dalam makalah berjudul Pengembangan Agribisnis Pada Era Otonomi Daerah menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai sumber daya alam berupa lahan, perairan baik darat maupun di laut yang sangat luas dan iklim yang mendukung sehingga merupakan potensi usaha pertanian dan agribisnis yang perlu dimanfaatkan. Dari sisi permintaan adanya pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan serta liberalisasi akanmeningkatkan permintaan pangan dan hasil pertanian lainnya. Disamping itu banyaknya sumberdaya manusia yang terlibat di sektor pertanian dan agribisnis merupakan asset yang besar untuk pengembangan agribisnis. Selain itu akibat adanya krisis moneter pada waktu yang lalu telah meningkatkan nilai mata uang asing, sehingga meningkatkan harga jual dalam rupiah. Sehingga peningkatan harga jual akan meningkatkan kesediaan petani, meningkatkan produksi dan penawaran produk agribisnis. Pada era otonomi daerah ini, pemerintah daerah dapat mengembangkan agribisnis di aderahnya sesuai dengan potensi, tanpa harus menunggu petunjuk dari pusat, tuturnya. (Humas UGM) 

http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=92

Tuesday, August 21, 2012

AGRARIS

Negara agraris yang swasembada pangan?
Berikut liputanku di lahan pertanian di seputaran  Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.


Wednesday, June 27, 2012

Pemakaian Obat Esensial di Sektor Swasta Masih Memprihatinkan



YOGYAKARTA-Dibandingkan dengan tahun 1990-an, situasi penggunaan obat di Indonesia sudah berangsur membaik, utamanya di sektor pelayanan publik. Data nasional yang dikompilasi dari berbagai laporan menunjukkan persentase pasien yang menerima antibiotika di Puskesmas berangsur menurun dari 88% di tahun 1987 menjadi sekitar 50% di tahun 1997, 1998, 1999, 2002 dan sekitar 50% di tahun 2010.
Selain itu persentase pasien yang menerima injeksi telah berhasil dikendalikan, dari 74% di tahun 1987 turun drastis menjadi 4-11%, dan kemudian bertahan sekitar 3% di tahun 2010. Persentase penggunaan obat esensial di sektor publik selalu baik, yaitu berkisar antara 93-100%. Sedangkan persentase penggunaan obat esensial di sektor swasta masih perlu ditingkatkan karena hanya berkisar 34-49%.

“Sementara di sisi lain penggunaan obat non-esensial ikut memberikan kontribusi terhadap besarnya biaya obat, yaitu sekitar 3-5 kali lebih banyak daripada yang seharusnya,”ini diungkapkan oleh Prof.Dr.Dra.Sri Suryawati, Apt., pada pidato pengukuhannya sebagai guru besar Fakultas Kedokteran, Senin (25/6) di Balai Senat UGM.

Pada pidato pengukuhan yang berjudul Kearifan Budaya Indonesia Untuk Solusi Masalah Global Penggunaan Obat, Suryawati menegaskan penting serta kemajuan obat esensial yang sangat menggembirakan. Dalam kurun waktu 3 dekade, 86% negara di dunia telah mempunyai Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN), termasuk Indonesia.

Menariknya, kata Suryawati, hasil survei WHO yang dipublikasikan tahun 2011 menyebutkan semua (100%) negara dengan tingkat pendapatan tinggi menggunakan obat esensial untuk pengadaan obat publiknya. Untuk sektor swasta, datanya masih memprihatinkan karena hanya sekitar 13% negara saja yang mengutamakan obat esensial.

“Ada beberapa faktor penghambat seperti geografis, distribusi, jaminan ketersediaan, jaminan mutu obat hingga komitmen penyelenggara pelayanan,”urai Suryawati.
Dalam upaya meningkatkan mutu penggunaan obat menurut Suryawati masyarakat perlu bersikap kritis. Disamping itu, diperlukan juga kearifan untuk tidak serta menyalahkan penyedia pelayanan kesehatan yang menggunakan obat secara kurang tepat. Menurut Suryawati setidaknya ada tiga aspek yang perlu dicermati untuk meningkatkan mutu penggunaan obat, yaitu aspek penyedia pelayanan, aspek pasien, dan aspek lingkungan kerja.

“Tanpa memahami faktor tersebut agak sulit bagi kita untuk melakukan perbaikan secara tepat sasaran, nyaman bagi target, dan dalam suasana yang menyenangkan,”tutur perempuan kelahiran Yogyakarta, 27 Mei 1955 itu.

Suryawati memaparkan tiga model upaya perbaikan mutu penggunaan obat yang dikembangkan di Indonesia dan menarik perhatian dunia, diadopsi banyak negara dan digunakan dalam program nasional mereka. Ketiga model tersebut, yaitu CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif), IGD (Interactional Group Discussion) dan MTP (Monitoring-Training-Planning).

CBIA adalah model edukasi pemberdayaan masyarakat agar lebih terampil memilih obat sehingga swamedikasi menjadi lebih efektif, aman, dan hemat biaya. IGD adalah model edukasi dengan memanfaatkan diskusi interaktif antara penyedia pelayanan kesehatan dan masyarakat untuk menghindarkan penyuntikan yang tidak diperlukan. Sedangkan MTP adalah model edukasi berbasis pemecahan masalah, sebagai instrumen untuk meningkatkan mutu penggunaan obat di rumah sakit.

“Ketiga model ini sarat dengan nilai dan konsep budaya Indonesia. Respon masyarakat dunia sangat baik terhadap ketiga model tersebut menunjukkan bahwa kearifan budaya Indonesia merupakan modal kuat untuk ‘go internasional’,”kata Suryawati.

Melalui model pendekatan tersebut Suryawati berharap agar konsep-konsep kearifan budaya Indonesia perlu diperhatikan dan dilestarikan. Jangan sampai kita pergi ke luar negeri untuk mempelajari budaya Indonesia dan kemudian mengimpornya ke Indonesia. Suryawati mencontohkan jangan sampai mahasiswa Indonesia kuliah di luar negeri untuk belajar The Gunungkidul Experience.

“Asal kita mampu meramu dalam format yang logis masyarakat global sangat besar untuk belajar dan mengadopsi metode yang kita kembangkan. Indonesia pantas jadi sumber belajar dunia,”pungkas Suryawati (Humas UGM/Satria AN) 



Sumber: http://www.ugm.ac.id/

Saturday, March 17, 2012

Mengenal lebih dekat Gangguan Kandung Empedu

Penyakit kandung empedu menjadi favorit karena kebetulan mengenai tokoh nasional. Proses penanganannya juga berjalan lancar melalui operasi yang berlangsung hanya 1 jam. Satu hari setelah operasi beliau sudah bisa turun dari tempat tidur dan jalan-jalan.

Gejala utama peradangan empedu termasuk batu kandung empedu adalah nyeri perut. Nyeri perut sendiri adalah suatu keadaan yang sering ditemukan dan mengantarkan pasien datang ke RS baik di poliklinik maupun gawat darurat RS. Pasien yang datang ke Poliklinik penyakit dalam 30 % karena nyeri perut dan 50-60 % yang datang ke konsultan penyakit lambung dan pencernaan. Nyeri perut yang terjadi bisa tiba-tiba atau kronis. Nyeri perut berhubungan dengan organ yang terkena yang menimbulkan nyeri perut tersebut. Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, bisa berasal dari pancreas, kandung empedu, liver atau usus dua belas jari. Bahkan nyeri perut di ulu hati juga bisa berhubungan dengan serangan jantung dalam hal ini serangan jantung bagian bawah (infark miokard inferior).

Nyeri ulu hati karena masalah kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu baik berlangsung akut maupun kronis. Nyeri ulu hari karena masalah di kandung empedu bisa juga terjadi karena adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut batu kandung empedu terdiri dari batu kolesterol dan batu pigmen.

Nyeri karena adanya batu kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri tersebut dapat menjalar ke punggung belakang. Untuk mengetahui penyebab dari nyeri ulu hati tersebut perlu dilakukan USG abdomen.

Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis pada kandung empedu tersebut. Selain itu melalui pemeriksaan USG juga diidentifikasi adanya batu pada kandung empedu. Pemeriksaan USG abdomen juga dapat mengevaluasi saluran empedu, bisa mengidentifikasi adanya pelebaran saluran empedu.

Sumbatan bisa terjadi jika batu yang ada di kandung empedu menyumbat pada saluran empedu tersebut. Data yang ada pada kami 20 % pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan karena gangguan pada kandung empedunya baik berupa batu di kandung empedu atau peradangan pada kandung empedu itu sendiri. Kalau dilihat dari umur 20 % kasus yang mengalami gangguan pada kandung empedu tersebut lebih dari 80 % berumur diatas 40 tahun dan tidak ada yang berumur dibawah 30 tahun.

Peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung tiba-tiba atau akut, bisa ringan dan bisa berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja selain mengenai kandung empedu juga bisa mengenai pancreas. Bahkan bisa terjadi infeksi luas dan sistemik yang dapat membahayakan jiwa.

Pasien dengan peradangan kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan perlu mendapat antibiotika sistemik. Kandung empedu yang bermasalah apalagi ada batu didalamnya biasanya memang kandung empedu tersebut harus diangkat (kolesistektomi). Pada kondisi yang ringan dan dengan batu kandung empedu tanpa keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu diatasi dengan operasi. Pengobatan pada batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan yaitu obat yang bekerja melarutkan batu kolesterol yaitu ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.

Pada kasus yang memang memerlukan oeprasi, saat ini sebagian besar RS juga telah menerapkan tehnik laparaskopi untuk pengangkatan kandung empedu tersebut, Melalui tehnik ini masa rawat manjadi pendek, komplikasi paska operasi menjadi minimal.
Kenapa seseorang bisa terkena batu empedu.

Wanita lebih banyak pada laki-laki, semakin tinggi umur semakin tinggi terkena batu kandung empedu ini, pada pasien diatas 40 tahun akan lebih berisiko untuk terjadinya batu kandung empedu. Di Amerika 25 % wanita berumur 60 tahun mengalami batu empedu dan setelah diatas 75 tahun hampir 50 % mengalami batu empedu. Resiko lain untuk terjadinya batu kandung empedu antara lain obesitas, diabetes mellitus, pasien dengan sindrom metabolik yaitu dengan obesitas, kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang rendah, trigliserida yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, dan juga dengan gula darah yang tinggi, riwayat keluarga dengan kandung empedu, diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol dan rendah serat dan yang menarik juga ternyata penurunan berat badan yang mendadak juga bisa menyebabkan terbentuknya batu kandung empedu.

Bagi pasien yang sudah dioperasi kandung empedunya juga tetap harus menjaga makannya karena bisa saja terbentuknya pasir dan batu pada saluran empedunya walau kandung empedunya sudah diangkat.
Salam sehat,

Dr. Ari Fahrial Syam / STAF DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FKUI-RSCM

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/17/apa-dan-bagaimana-batu-kandung-empedu/

Monday, January 30, 2012

Mau Sehat? Jadilah Orang Religius

Melakukan olahraga teratur dibarengi konsumsi makanan bergizi seimbang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh para pakar kesehatan sebagai resep jitu dalam menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Tetapi alangkah baiknya jika Anda tidak melupakan unsur religius dalam menunjang kesehatan seperti berdoa atau pun bermeditasi.

Berbagai studi ilmiah mengklaim, melakukan doa dan meditasi secara teratur dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan memperpanjang usia hidup seseorang.
Di Amerika Serikat misalnya, praktik-praktik religius kini menjadi salah satu terapi alternatif yang paling banyak dilakukan. Studi di University of Rochester misalnya menemukan, lebih dari 85 persen orang yang menderita sakit memilih untuk berdoa. Prosentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan yang memilih menjalani pengobatan herbal atau pengobatan medis lainnya. Hal ini semakin membuktikan bahwa doa sungguh-sungguh efektif dalam membantu penyembuhan.

Banyak orang percaya bahwa berdoa dapat membantu meringankan stres, yang merupakan salah satu faktor risiko utama untuk penyakit. Disamping juga ampuh untuk membuat pikiran tetap positif dan menjadi orang kuat dalam menjalani setiap permasalahan hidup.

Dr Herbert Benson, seorang spesialis jantung dari Harvard Medical School dan seorang pionir dalam bidang pengobatan pikiran/ tubuh mengatakan bahwa respon relaksasi akan terjadi ketika seseorang berdoa atau meditasi. Pada saat itu, metabolisme tubuh akan menurun, denyut jantung melambat, tekanan darah turun, dan napas menjadi lebih tenang dan lebih teratur.
Dalam risetnya Herbert Benson menemukan bahwa melakukan praktik spiritual dalam jangka panjang dan setiap hari membantu menonaktifkan gen yang memicu percepatan kematian sel dan peradangan. Menurut Benson, pikiran dapat mempengaruhi ekspresi gen seseorang. Dan ini adalah bukti menarik bagaimana doa dapat mempengaruhi fungsi tubuh pada tingkat yang paling dasar.
Sementara itu, Dr Andrew Newberg, direktur Center for Spirituality and Mind University of Pennsylvania telah melakukan penelitian terhadap para Buddha Tibet saat melakukan meditasi dan Biarawati Fransiskan ketika berdoa. Hasil memperlihatkan bahwa terjadi penurunan aktivitas pada bagian otak yang berkaitan dengan kesadaran dan orientasi spasial. Peneliti juga menemukan bahwa doa dan meditasi dapat meningkatkan kadar dopamin, yang berhubungan dengan peningkatan rasa sukacita.

Sebuah riset National Institutes of Health menemukan bahwa orang yang berdoa setiap hari terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi (40 persen) ketimbang mereka yang berdoa secara tidak teratur. Bahkan, penelitian di Dartmouth Medical School menemukan bahwa pasien dengan keyakinan agama yang kuat di mana harus menjalani operasi jantung, tiga kali lebih mungkin untuk cepat pulih ketimbang mereka yang kurang religius.

Studi lain juga menunjukkan bahwa doa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu untuk mengurangi keparahan dan frekuensi dari berbagai penyakit.

http://health.kompas.com/read/2012/01/20/1522012/Mau.Sehat.Jadilah.Orang.Religius

Thursday, January 26, 2012

10 Kiat agar Tak Tertular Flu

Flu tergolong penyakit yang mestinya dapat dicegah. Banyak kasus flu yang sebetulnya tak perlu diderita hanya karena lalai atau mungkin tidak tahu cara mencegahnya.

Jangan anggap enteng flu. Khusus bagi yang sudah berusia lanjut, serangan flu umumnya lebih berat dibanding bila menimpa mereka yang lebih muda. Selain karena sistem kekebalan tubuh mereka yang memasuki usia uzur sudah kian menurun, tipe virus flu yang masuk ke dalam tubuh juga belum tentu sama.

Kita mengenal tiga keluarga besar tipe virus flu (tipe A, B, dan C). Masing-masing tipe punya sekian banyak anggota keluarganya sendiri.
Perangai anggota keluarga masing-masing tipe virus flu juga tidak sama derajat keganasannya. Ada yang jinak, ada pula yang ganas luar biasa. Flu yang lazim menyerang penduduk Eropa, misalnya, tidak seperti di Indonesia, umumnya tergolong jenis virus flu yang ganas, dan sering amat mematikan. Wabah flu awal abad XX di Spanyol, menelan ratusan ribu korban tewas.

Oleh karena tidak semua virus, termasuk virus flu, ada obat antinya, kunci pamungkas mencegah virus flu masih tetap hanya ada dua cara, yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kemungkinan tubuh dimasuki oleh virus.

Di bawah ini beberapa tip bagaimana agar flu yang mengancam di musim penghujan ini tidak sampai menimpa kita. Apa sajakah yang perlu dikerjakan?

1. Minta vaksin flu.
Bagi yang sudah uzur dianjurkan untuk mendapatkan suntikan vaksin flu selama musim flu datang. Namun, tidak semua jenis virus bisa ditangkal dengan vaksin flu.

Dari waktu ke waktu vaksin flu disempurnakan dengan kandungan jenis-jenis vaksin oleh tipe virus flu yang tengah menimbulkan wabah. Namun, selain berbeda tipe virusnya, bukan kejadian jarang muncul jenis virus yang lolos dari upaya penangkalan, saking beragamnya jenis dan strain virus flu yang ada. Belum lagi kemungkinan virusnya berubah tabiat (mutasi), sehingga sebuah vaksin menjadi tak lagi poten menangkalnya.

2. Jauhi diri dari paparan dingin.
Orang Barat menjuluki flu sebagai catch cold atau terpapar dingin. Memang, semakin lama dan sering tubuh terpapar yang serba dingin (udara, air mandi, ruangan berpendingin, minuman dingin, angin), semakin lemah ketahanan tubuh, dan kian rentan untuk gampang terserang virus (apa saja).

Kita tahu, bibit penyakit virus hanya bisa dilawan dengan mengandalkan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan menurun, pertahanan tubuh akan jebol, dan flu atau penyakit oleh virus lainnya berpotensi bakal menjangkiti. Hanya bila pertahanan tubuh kokoh saja, virus yang sudah masuk ke dalam tubuh akan bisa ditumpas dan orang batal jatuh sakit flu.

Itu sebab selama tubuh hanya ditumpangi oleh virus flu saja, pemberian obat antibiotika, yang paling kuat sekalipun, menjadi mubazir karena virus tak bisa ditumpas oleh antibiotika jenis dan generasi apa pun. Selain sia-sia mengeluarkan uang untuk yang tak perlu, tubuh sudah dibebani oleh efek samping antibiotikanya.

Kasus flu sejatinya tidak perlu diberi antibiotika. Di Indonesia, flu umumnya dianggap penyakit enteng. Orang masih tetap melakukan aktivitas hariannya di kantor, sekolah, dan kegiatan luar rumah lainnya.

Penyakit flu yang tadinya hanya dihuni oleh virus saja, akibat tubuh dalam kondisi sudah diperlemah oleh serangan virus, bibit penyakit lain akan mudah ikut mendompleng memasuki tubuh, lalu muncul penyakit baru. Dengan cara itu, penyakit flu di Indonesia umumnya sering berkepanjangan, dan malah bisa berkomplikasi.

Tidak jarang flu berkembang menjadi infeksi THT lain (infeksi tenggorok, kerongkongan, hidung, atau congekan), selain kemungkinan terinfeksi oleh kuman pendompleng yang memasuki paru-paru juga (bronchopneumonia, pneumonia).

Itu pula alasan kenapa mereka yang sedang flu sebaiknya tinggal di rumah. Selain berpotensi merugikan diri sendiri, dalam keadaan flu berada di luar rumah akan menyebarkan virusnya ke udara di sekitar pasien, terlebih bila berada di ruangan (yang dirancang tertutup tak berventilasi) berpendingin.

3. Perkuat tubuh.
Dengan beristirahat dan menu bergizi tinggi selama musim hujan, tubuh diperkuat ketahanannya. Selain dengan cara menghangatkan tubuh (minum hangat, mandi hangat, balur obat gosok), pilih pula menu bergizi tinggi, khususnya berpotein tinggi (telur, susu, daging), tak cukup menu sayur-mayur belaka (sayur bening).

Orang Barat biasa menghidangkan sup ayam hangat selama tubuh terpapar di udara dingin. Hindarkan mandi hujan, embusan angin, berada di udara terbuka. Buat kita dapat memilih minuman penghangat badan (wedang jahe, bandrek, bajigur, atau sekoteng), khususnya sehabis tubuh mandi hujan, berenang dingin, wisata pantai.

4. Hindari pergi ke tempat-tempat keramaian.
Selagi musim hujan, dan banyak orang sedang sakit flu, sebaiknya tidak bepergian ke tempat-tempat keramaian kalau tidak perlu sekali. Kalau bisa ditunda sebaiknya tidak mengunjungi pasar tradisional, supermarket, mal, bioskop, terminal, stasiun, ruang tunggu puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang pesta. Di tempat-tempat orang berkerumun, virus flu, termasuk jenis virus lain, terbang bertebaran di udara, dan hidung kita menghirup udaranya.

5. Kurangi rokok dan alkohol.
Kedua jenis zat ini berpotensi menurunkan ketahanan tubuh. Merokok ”melukai” selaput lendir saluran napas, sehingga menjadikan saluran napas lebih rentan dimasuki virus. Ruangan yang berasap rokok, memperlemah kondisi saluran napas orang-orang yang menghirupnya juga (passive smoker).

6. Rajin basuh tangan dengan sabun.
Tangan dan jemari kita dapat menjadi sumber pemindahan virus yang melekat dari lingkungan tempat kita melakukan aktivitas, seperti kantor, sekolah, dan kamar kecil di tempat-tempat umum. Studi tentang ini sudah dikerjakan sewaktu SARS mewabah dulu.

Tangan kita tentu bersentuhan dengan pegangan pintu kamar mandi, pintu mobil, tombol lift, gagang telepon, lembaran atau kepingan uang, permukaan meja, kursi, dan segala yang disentuh banyak orang. Dari sana virus yang sudah mencemari segala yang disentuh (oleh pengidap flu) bisa berpindah ke jemari tangan kita.

Pengidap flu perlu tahu diri untuk tidak seenaknya bersin dan batuk-batuk di rungan yang banyak orangnya, selain sepatutnya rajin membasuh tangan juga (sebab pasti sudah memegang liang hidung dan mulutnya yang bervirus).

Orang lain yang berdekatan dengan pasien flu, berbicara, dan terancam cemaran virusnya, perlu lebih sering membasuh tangan, dan tidak sembarang memegang hidung (mengupil, membersihkan liang hidung), atau mulut. Biasakan menggunakan saputangan, atau tisu, untuk membersihkan liang hidung atau mulut. Lewat kedua liang itulah virus flu akan memasuki tubuh, termasuk virus flu burung (avian influenzae).

7. Membersihkan liang hidung setiap pulang bepergian.
Ya, selama bepergian ke luar rumah, terlebih selama musim flu berjangkit, nyaris tak ada udara yang tidak tercemar virus flu, terlebih di lingkungan yang ada pasien flu. Hampir pasti udara yang kita hirup selama di luar rumah, ada virus flunya. Termasuk bila di rumah ada yang sedang sakit flu.

Bagaimanapun keadaannya, jauh lebih baik bila segera membersihkan liang hidung dengan sabun, setiap kali pulang bepergian, sambil berulang-ulang dengan cara sekuat-kuatnya mengembus-embuskan udara hidung selama dibersihkan. Dengan cara demikian sekurang-kurangnya gerombolan virus yang mungkin sudah mengendon di situ akan terpelanting keluar dari liang hidung sebelum sempat bersarang, dan berbiak.

8. Berkumur-kumur dan tidak kurang tidur.
Virus flu memasuki tubuh lewat liang hidung dan rongga mulut. Selain saluran hidung harus terjaga bersih, mulut pun perlu kokoh pertahanannya. Untuk itu ada baiknya lebih sering berkumur.

Selain bisa memilih seduhan daun sirih (ada daya antisepsisnya), dapat juga memakai obat kumur yang dibeli bebas di apotek. Dengan cara demikian kita berupaya mengenyahkan bibit penyakit yang mungkin sudah mulai mengendap di rongga mulut, termasuk bila yang masuk virus flu.

Selain berkumur, tentu menggosok gigi, khususnya sebelum tidur malam. Rongga mulut yang kotor juga memperlemah ketahanannya. Terlebih pada mereka yang sudah tidak memiliki amandel (kelenjar tonsilnya sudah diangkat), sehingga tak punya pasukan penjaga rongga mulutnya dari ancaman bibit penyakit. Termasuk mereka yang gigi-geliginya sudah keropos, terinfeksi, dan membusuk akar giginya. Mereka lebih rentan terinfeksi rongga mulutnya.

9. Lakukan olah napas.
Ya, daya tahan tubuh juga membutuhkan asupan oksigen yang lebih penuh. Upaya olah napas, yakni dengan cara menghela napas (di udara segar terbuka) seberapa dalam kita mampu, dan menahannya seberapa lama kita bisa, akan lebih membugarkan paru-paru. Paru-paru yang bugar, yang lebih deras aliran darahnya, dan meningkat sistem kekebalan lokalnya, akan lebih diberdayakan untuk mampu mengenyahkan bibit penyakit.

Untuk menyempurnakan hasil olah napas, sertai pula dengan gerak badan yang memadai seperti berjalan kaki dan bersenam. Faktor stres fisik, selain stres mental, juga menambah rentan tubuh seseorang terserang virus flu. Keletihan yang berlebihan (akibat bekerja maupun latihan fisik) tidak dianjurkan selama musim flu.

10. Cukup tidur dan tidak begadang.
Tantangan orang sekarang adalah acap tergoda oleh begitu banyak iming-iming tontonan televisi, hiburan, dan kegiatan bareng di luar rumah di waktu jeda.

Salah satu ancaman penyakit yang banyak menimpa orang sekarang sering sebab kekurangan waktu jeda. Sudah letih di kesibukan siang hari, malamnya sering kurang waktu tidur. Alih-alih sempat tidur siang (seperti orang dulu), tidur malam juga sering tak memadai.

Kondisi kurang jeda, kurang tidur, dan tidur pun tidak nyenyak (sebab stres, terlampau letih), yang menambah rentan tubuh diserang virus umumnya, virus flu khususnya.

Bila mulai terasa badan mulai pegal-pegal, kepala pening, mata terasa panas, mulai bersin dan batuk-batuk kecil, kemungkinan gejala awal flu. Itulah saatnya langsung minum obat flu merek apa saja, dan tidur setelah makan sup atau minuman hangat. Biasanya dengan cara itu flu batal muncul.

Namun, obat warung tidak kuasa menahan laju perjalanan penyakit flu bila sudah telanjur berat. Percuma terus mengonsumsi obat flu saja bila flu sudah lebih dari seminggu, dan gejalanya bertambah berat. Lendir yang semula bening encer sudah berubah kental berwarna, itu berarti flu sudah ditunggangi oleh bibit penyakit lain. Inilah saatnya obat flu perlu didampingi oleh antibiotika.

Di zaman semakin banyak hiburan tengah malam, coba untuk tidak selalu mengikuti kata hati, kendatipun demi si jantung hati. Mereka yang tengah mengidap penyakit menahun (kencing manis, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker) tentu lebih ”lemah” dibanding orang normal. (Dr. Handrawan Nadesul)

http://health.kompas.com/read/2012/01/24/13381097/10.Kiat.agar.Tak.Tertular.Flu

Tuesday, January 24, 2012

Mengatasi Bau Mulut Dengan Super Cepat

Mengatasi Bau Mulut - Bau Mulut? Adohh jangan deh sampai mulut kita bau. Orang paling sering mengeluh jika mulutnya mengeluarkan bau tidak sedap, dan celakanya lagi jika bau mulutnya tidak dia sadari namun orang lain di sekitarnya mengomentari mulutnya yang mengeluarkan bau tidak sedap, bisa-bisa dia kehilangan muka. Nah, bagaimana jika orang itu adalah Anda dan bau mulut menimpa diri anda?

Nah disini beritamandiri akan sedikit memberikan tips tips tentang cara mengatasi bau mulut dan pencegahannya. Sebelum kita membahas tentang mengatasi bau mulut ada baiknya anda mengetahui informasi seputar bau mulut berikut ini...

Apa itu bau mulut?

Bau mulut atau halitosis ternyata bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala yang harus diketahui penyebabnya. Beruntung kalau si penderita sadar adanya hawa tidak sedap dari mulutnya dan segera mengunjungi dokter gigi untuk mengatasinya. Jika tidak, bau mulut tersebut akan menimbulkan pengaruh negatif dalam bisnis, pergaulan, bahkan kehidupan perkawinan.

Pada umumnya Bau Mulut Terjadi jika:

• Ada infeksi di rongga mulut, sariawan, gigi keropos atau berlubang, gusi bengkak, karang gigi atau calculus.
• Lidah meradang, bisa karena kurang vitamin, lidah tergigit, atau tumbuh kanker di sana.
• Ada infeksi gusi, gusi gampang berdarah, demam, mulut banyak mengeluarkan liur dan badan lemah.

Cara Mencegah Bau Mulut

• Pastikan kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Jika perlu, berkumurlah dengan cairan antiseptik untuk memastikan bakteri anaerob tak berkembang biak selama Anda beristirahat.
• Jangan lupa menyikat lidah, permukaan lidah yang tidak rata memungkinkan adanya sisa makanan tersangkut di sana. Usahakan sesering mungkin minum air putih. Hindari minum kopi karena akan memperparah keadaan. Ada baiknya pula untuk mempertimbangkan menghentikan kebiasaan merokok, karena bau racun rokok akan senantiasa menetap.
• Mengunyah permen karet bebas gula bisa membantu merangsang produksi saliva (air liur), terutama bagi mereka yang memiliki saliva yang kental.
• Kunjungi dokter gigi. Mungkin ada gigi yang berlubang, ada karang gigi, atau masalah kesehatan mulut dan gigi Anda.

Mengatasi Bau Mulut

Untuk mengatasinya, berkumurlah dengan secangkir kecil perasan lemon. Setelah itu, makanlah yogurt tawar yang mengandung bakteri lactobacillus. Selain menghilangkan bau mulut, bakteri jenis ini juga memiliki manfaat tambahan, yaitu dapat memelihara kesehatan saluran pencernaan dan mencegah sembelit. Kombinasi lemon dan yogurt sangat efektif untuk menetralisasi bau mulut dalam waktu yang relatif cepat. Bahkan, manfaatnya dapat bertahan hingga 12-24 jam setelah pemakaian.

Nah itulah seputar informasi tentang bau mulut dan mengatasi bau mulut, buat Anda yang punya masalah dengan bau mulut dan buat Anda yang tidak ingin bau mulut menjadi masalah yang mengganggu, Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat anda untuk mengatasi bau mulut anda.

http://www.beritamandiri.com/2011/07/mengatasi-bau-mulut-dengan-super-cepat.html