Thursday, December 29, 2011

Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

Sekitar 80% persen penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi (amenorrhea). Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko terkena osteoporosis.

Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita sejak masih muda. Tidak dapat dipungkiri penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul setelah usia 50 tahun, penyakit osteoporosis tidak mudah dideteksi secara dini.

Meskipun penyakit osteoporosis lebih banyak menyerang wanita, pria tetap memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit osteoporosis pada pria juga dipengaruhi estrogen. Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause, sehingga osteoporosis datang lebih lambat.

Jumlah usia lanjut di Indonesia diperkirakan akan naik 414 persen dalam kurun waktu 1990-2025, sedangkan perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15,5 juta akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2015.

Bayangkan betapa besar jumlah penduduk yang dapat terancam penyakit osteoporosis.

Klasifikasi

• Osteoporosis primer
Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.
• Osteoporosis sekunder
Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan :
-Cushing's disease
-Hyperthyroidism
-Hyperparathyroidism
-Hypogonadism
-Kelainan hepar
-Kegagalan ginjal kronis
-Kurang gerak
-Kebiasaan minum alkohol
-Pemakai obat-obatan/corticosteroid
-Kelebihan kafein
-Merokok

Penyebab

Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.

Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan).

Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Gejala

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala.

Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun.

Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan.

Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.

Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul.

Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

Pederita

Sebagian besar penderita osteoporosis adalah wanita. Hal ini disebabkan oleh proses kehamilan dan menyusui.

Pada saat proses menyusui kadang kala si Ibu tidak mencukupi gizi dan nutrisi yang di butuhkan, misal nya asupan kalsium yang kurang.

Jika asupan kurang maka organ tubuh (dalam hal ini kelenjar susu). Akan mengambil dari cadangan makanan atau simpanan makanan. Jika dalam cadangan pun masih kurang. Maka kelenjar akan langsung mengambil nya dari bagian tubuh si Ibu.

Misal jika kekurangan kalsium dan Fosfor maka akan diambil langsung dari tulang si Ibu, inilah yang dikemudian hari menyebab kan osteoporosis.

Osteoporosis bisa di cegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti produk hewani (susu dan olahannya) serta produk nabati ( susu kedelai, tempe, tahu, dll).

http://www.organikdansehat.com/2011/07/osteoporosis.html#more

Thursday, December 1, 2011

Diabetes dan Penyakit Ginjal

ORGANISASI kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, pada tahun 1985 terdapat 30 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Sepuluh tahun kemudian, 1994, menimpa 110 juta jiwa. Dan kini WHO menyebutkan mencapai 194 juta jiwa. Diperkirakan pada th 2025 angka ini meningkat menjadi 228 juta.

Di Indonesia pada 1994 terdeteksi 2,5 juta penduduk terkena diabetes, sekarang sudah ada 5,6 juta penyandang dan pada 2020 nanti diperkirakan ada 8,2 juta penderita kencing manis.

Penderita mengalami komplikasi seperti : luka / gangren yang sering mengakibatkan harus menjalani amputasi (dipotong) pada bagian yang terkena, penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, mata : kebutaan, syaraf , kesemutan, nyeri pada kaki, impoten, mudah terkena infeksi.

Salah satu penyakit akibat diabetes adalah penyakit ginjal diabetik. Di Asia hampir 60% dari penyandang diabetes tipe 2 menderita nefropati diabetik. Begitu pula frekuensi hipertensi cukup tinggi sekitar 33%. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingginya tekanan darah pada diabetes dengan komplikasi ginjal dan kardio vascular (jantung & pembuluh darah).

Penderita diabetes dengan hipertensi, mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung koroner ataupun stroke. Sebagai faktor prediksi adanya komplikasi kardiovaskular dan ginjal pada diabetes-hipertensi adalah adanya mikro- albuminuria (adanya albumin/zat protein pada air kencing).
Gejala Klinik
Nefropati diabetik merupakan gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran glomerulus (selaput penyaring darah dalam ginjal). Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein, sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin/air kencing (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.

Gangguan ginjal dapat menyebabkan fungsi ekskresi (membuang), filtrasi (menyaring) dan hormonal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, maka zat racun tertimbun. Tubuh pun menjadi bengkak dan dapat berisiko kematian.

Selain berfungsi sebagai ekskresi, ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Gangguan di ginjal dapat menurunkan hormon tersebut, sehingga menyebabkan anemia (kekurangan darah merah).

Gejala nefropati diabetik :
- Bengkak di kaki dan wajah
- Mual
- Lesu
- Nyeri kepala
- Sering cegukan
- Berat badan menurun

Diagnosis.

Untuk mendiagnosis nefropati diabetik pada penyandang diabetes, jika pada 2 dari 3 kali pemeriksaan dalam waktu 3-6 bulan ditemukan albumin didalam urin 24 jam lebih 30 mg, dengan catatan tidak ditemukan penyebab albuminuria lain.
Jadwal pemeriksaan mikroalbumin yang dianjurkan adalah :

- Pada diabetes tipe 1 (diabetes tergantung insulin), diperiksa pada masa pubertas atau setelah 5 tahun didiagnosis diabetes.

- Untuk diabetes tipe 2, untuk pemeriksaan awal setelah diagnosis ditegakkan dan secara periodik setahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.
Pengobatan

Pengobatan sejak dini dapat menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit ginjal. Kenyataannya, penderita umumnya baru berobat saat gangguan sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah, direkomendasikan untuk penderita diabetes-hipertensi tekanan darah yang harus dicapai adalah kurang 130/80 mmHg atau lebih rendah lagi. Pertimbangan dalam pemilihan obat anti hipertensi antara lain :

1. Penurunan tekanan darah, dipertimbangkan juga efek samping obat.
2. Efek obat terhadap faktor risiko kardiovaskular.

3. Adanya kerusakan/gangguan organ (penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronik, diabetes; menentukan pilihan obat anti hipertensi sebagai terapi awal dan kombinasi).

4. Pertimbangan klinik dan efek samping obat.

5. Interaksi obat bila diberikan penderita yang juga secara bersamaan mengkonsumsi obat lain.

Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan mengurangi derajat albuminuria dengan pemberian diuretik dosis kecil dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram / kg berat badan per hari).

Penderita nefropati diabetik harus menghindari zat yang dapat memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti inflamasi (anti radang) non steroid serta obat yang belum diketahui efek sampingnya.

Akhirnya bisa ditarik kesimpulan, Nefropati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang diawali dengan mikro albuminuria dan komplikasi yang agresif tanpa pengobatan akan mengarah ke gagal ginjal tahap akhir.

- Bila terjadi mikroalbuminuria, maka pengobatan selain pengendalian gula darah yang baik harus disertai dengan pengobatan untuk penurunan tekanan darah dan mengurangi derajat albuminuria.

- Pengobatan bertujuan mencegah progresivitas nefropati diabetik dengan pemilihan obat yang tepat untuk mencapai sasaran tekanan darah kurang 130/80 mmHg.

- Obat diuretik dalam dosis kecil dapat membantu penurunan tekanan darah, disamping mempunyai efek mengurangi albuminuria. Hal yang penting pada diabetes adalah mencegah kerusakan ginjal serta mencegah komplikasi kardiovaskular. Usaha tersebut adalah pengendalian tekanan darah dengan obat anti hipertensi dan mencapai target rekomendasi tekanan darah kurang 130/80 mmHg. Pengendalian faktor metabolik antara lain kontrol gula darah dan profil lemak serta pemberian preparat statin (obat penurun lemak darah) dan anti oksidan. (13)

– dr Djoko Merdikoputro Sp.PD, RS Hermina Pandanaran Semarang.

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=9442

Wednesday, November 23, 2011

Ini Kiat Sederhana Agar Otak Lebih Encer, Mau Tahu?

Ingin otak anda tetap bekerja optimal? Ada beberapa cara untuk mendongkrak kinerja pusat komando di dalam kepala anda dengan cara yang mudah dan jauh dari rumit.
Beberapa kondisi lingkungan mampu merangsang otak menjadi lebih baik atau buruk. Dengan alasan itu, anda harus mengetahui segala hal yang berada di lingkungan yang dapat memperbaiki kemampuan dan kekuatan otak anda.

Penglihatan, suara, tekstur,aroma, rasa dan sensasi lainnya yang dialami setiap hari dapat menjadi makanan untuk pikiran dan jiwa anda. Menciptakan sebuah lingkungan yang indah dan positif ternyata dapat juga meningkatkan kekuatan otak.

Seperti dikutip dari Askmen, Professor Mark R Rosenweig dari University of California, Berkeley mengungkapkan bahwa ada langkah positif yang bisa dilakukan guna menciptakan sebuah lingkungan yang bisa meningkatkan kemampuan otak, seperti :

1.Menyejajarkan hari dengan suara dan cahaya.

Kegaduhan memiliki dampak bagi tubuh dan pikiran. Untuk itu, hilangkanlah polusi udara dan dengarkanlah suara musik yang indah sebagai bagian dari inspirasi yang bisa didengarkan setiap hari.

Cahaya memiliki dampak langsung terhadap tubuh dan pikiran. Cahaya matahari alami dapat menjadi sebuah sumber yang menyehatkan. Cahaya mengandung gelombang panjang yang berdampak pada hormon, metabolisme dan waktu tubuh. Ini semua baik bagi asupan otak anda.

2. Terhubung ke alam

Ahli Syaraf John Jonides dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science di tahun 2008 menemukan bahwa berjalan di alam dapat memperbaiki ingatan dan hasil tes kewaspadaan sebesar 20 persen.

3. Menyediakan pikiran dengan udara segar.

Bersama suara dari sebuah haromoni dan cahaya alami, udara segar dapat juga menjadi sebuah elemen penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran termasuk otak.

Satu hal yang bisa anda lakukan adalah pergi ketempat yang memiliki udara bersih dan segar atau meletakan tumbuhan yang menghasilkan kesegaran udara.

4. Relasi sosial yang sehat

Menciptakan relasi sosial yang sehat merupakan elemen yang penting untuk memperbaiki pikiran. Banyak penelitian menunjukan bahwa jalinan interaksi sosial dapat menyegarkan pikiran.

Interaksi sosial yang positif dapat membantu mencegah penurunan kognitif dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Wednesday, November 2, 2011

Khasiat Edamame Tidak Sepele

Dulu kedelai rebus sering dianggap makanan murahan. Mereka yang mengonsumsi makanan ini juga dianggap kurang modern. Padahal, kedelai merupakan sumber protein, lemak, serat, dan antioksidan terbaik.

Seiring meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, kini kedelai kembali naik daun. Terlebih lagi sejak kepopuleran edamame (kedelai Jepang) sebagai camilan. Edamame dipanen ketika kedelai ini baru 80 persen matang. Yang membedakan edamame dengan kedelai lain adalah bijinya lebih besar, teksturnya halus, rasanya lebih manis, dan lebih mudah dicerna.

Edamame mengandung antioksidan dan isoflavon. Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dikaitkan dengan penguatan sistem imun tubuh dan mengurangi risiko kanker.

Isoflavon juga terbukti mengurangi risiko kanker prostat dan kanker payudara, mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi gangguan saat menopause.

Sementara itu, kandungan protein di dalam edamame mencapai 36 persen, jauh lebih tinggi dibanding kedelai matang. Panganan ini juga mengandung minyak yang rendah. Dikombinasikan dengan kandungan proteinnya yang tinggi, camilan ini sangat ideal untuk mereka yang ingin mencari panganan rendah lemak, tetapi tinggi protein.

Penganut vegetarian dan vegan yang ingin mengasup sumber protein juga disarankan mengonsumsi edamame karena kandungan proteinnya lengkap. Ini berarti ia mengandung sembilan asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Edamame juga tidak mengandung kolesterol dan sedikit lemak jenuh. Panganan ini juga kaya vitamin C dan B. Kandungan lainnya adalah mineral penting seperti kalsium, zat besi, atau magnesium. Ia juga mengandung vitamin K dan asam folat.

Terakhir, menambahkan edamame dalam pola makan Anda akan meningkatkan asupan serat. Setengah cangkir edamame mengandung 4 gram serat. Kandungan serat diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan saluran cerna hingga menurunkan kolesterol.
Alasan lain untuk mengasup edamame adalah ia membuat perut terasa kenyang lebih lama.

http://health.kompas.com/read/2011/11/01/13463338/Khasiat.Edamame.Tidak.Sepele

Saturday, October 8, 2011

Cegah Diabetes Dengan Kulit Bawang

Kulit bawang merah sering dibuang sebagai sampah. Sebaiknya mulailah mengumpulkan kulit bawang ini. Karena kulit bawang ini ternyata mengandung banyak khasiat. Sangat bagus sebagai penangkal kanker dan berbagai penyakit serius.

Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur wajib dalam hampir setiap masakan. Namun, tidak sedikit orang mengupas kulit bawang dan membuangnya. Padahal, menurut sebuah penelitian terbaru, kulit bawang merah terbukti memiliki senyawa yang bisa menangkal kanker dan penyakit diabetes.

Bawang merah mengandung sulphur compound seperti Allyl Propyl Disulphida (APDS) dan flavonoids seperti quercetin yang dipercaya bisa mengurangi risiko kanker, penyakit jantung dan kencing manis. Bawang juga mempunyai unsur-unsur anti-kanker, anti bakteria, anti-viral, anti-allergenic dan anti-inflammatory.

Tidak hanya pada buahnya, kulit bagian luar bawang yang mengering dan berwarna lebih pekat dari buahnya juga memiliki kandungan serat dan flavonoid yang tak kalah tinggi. Seperti yang dinyatakan oleh sebuah studi Journal Plant Foods for Human Nutrition.

"Limbah bawang merah merupakan sumber bahan alami yang bernilai tinggi. Sebab, jenis sayuran ini kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia", kata Vanesa Benitez, seorang peneliti di Departemen Kimia Pertanian Universitas Madrid, Spanyol.

Sebuah kelompok riset Benitez yang bekerjasama dengan para ilmuwan dari Universitas Cranfield Inggris, melakukan eksperimen laboratorium mengenai manfaat kulit bawang. Mereka mengidentifikasi zat dari setiap bagian bawang.

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa, kulit bawang yang kering mengandung serat diet tinggi dan juga mengandung senyawa fenolik, seperti quercetin dan flavonoid, serta metabolit lain, yang bersifat sebagai obat. Dua lapisan bawang paling luar juga mengandung serat dan flavonoid yang juga baik buat tubuh.

"Makan banyak serat bisa memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, kanker usus besar, diabetes tipe-2 dan obesitas, dibanding mereka yang sedikit makan makanan berserat" tambah para peneliti seperti dikutip dari Times of India.

Selain itu, senyawa fenolik pada bawang juga efektif membantu mencegah penyakit koroner dan bersifat anti-karsinogenik. Tingginya tingkat senyawa fenol pada lapisan kulit bawang menunjukkan bumbu dapur satu ini memiliki kandungan antioksidan tinggi.

http://www.detikfood.com/read/2011/10/07/171336/1739277/900/cegah-diabetes-dengan-kulit-bawang

Friday, September 30, 2011

Pikiran Melakukan Semua

Otak kita memproses berbagai data dan informasi, baik secara sadar maupun tak sadar. Dalam dinamika hidupnya, manusia mewujudnyatakan olahan ingatan otak yang telah berproses sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan. [Pembaruan/YC Kurniantoro]

Tahukah Anda, di mana letak kekuatan utama manusia? Betul, pada pikiran. Otak kita memproses berbagai data dan informasi, baik secara sadar maupun tak sadar. Sadar ketika kita melakukan upaya pengumpulan informasi, misalnya dengan membaca buku. Tak sadar ketika berbagai informasi merembes ke dalam ruang pikiran yang terbuka dengan mengakses sumber data tanpa batas yang terserak di area kehidupan kita.

Penampungan data dan informasi di dalam ruang pikir manusia tidak sekadar duduk diam, mengantuk dan tidur. Jika demikian tentu saja kita tidak akan punya pikiran pikir (kognitif), pikiran rasa (afektif), dan pikiran laku (psikomotor/ behavior) . No action, no talk, no feel, nothing.

Dalam dinamika hidupnya, manusia mewujudnyatakan olahan ingatan otak yang telah berproses sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan. Penerima rasa dipahami berada dalam hati. Sakit hati mendorong kita menyentuh selubung hati dan jantung yakni di sekitar dada. Kendati, kumpulan data dan ingatan tentang segala hal berkaitan dengan stimulus sakit hati itu ada di pikiran, di otak yang ada di dalam kepala kita. Tapi mana pernah orang mengatakan sakit hati sambil menepuk-nepuk kepala?

Hasil Olah Pikir

Di jagad ini banyak sekali pilihan tersedia. Tinggal diambil saja sesuai kebutuhan dan berdasarkan pertimbangan masing-masing orang. Pertimbangan berproses di dalam otak. Mind can do everything, pikiran melakukan semua. Baik pikiran yang terolah secara logis maupun intuitif. Perlu diketahui, tak selamanya logika berperan baik dan dapat dipertanggungjawabk an. Ingat lagu yang dinyanyikan Vina Panduwinata beberapa masa lalu? Katanya, asmara... tak kenal dengan logika. Pikiran memang tak hanya logika, ada yang namanya intuisi. Kerja sama kedua faktor pikiran tersebut sering kali menghasilkan peristiwa dan tindakan yang luar biasa, sampai-sampai kita pun sulit mempercayainya.

Logika menekankan sistematika berpikir, intuisi mengarah pada kepekaan bagaikan sedang istirahat berpikir, saat di pikiran tiba- tiba berkelebat "A ha!" Seperti ketika Archimedes berteriak girang, "Eureka... eureka..." Sering kali orang menyebutnya insting, feeling, pertanda, firasat, sense, dan sebagainya. Salah atau benar pilihan yang kita ambil tergantung pada proses pengambilan dan konteks setelah pilihan itu dibuat. Artinya, setiap pilihan mengandung risiko, baik positif maupun negatif, berat ataupun ringan. Saat manusia menanggung risiko dari pilihan-pilihannya itulah wujud tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal-budi ditampilkan.

Dalam psikologi perilaku (behaviorism) dikenal teori stimulus- respons, perilaku seseorang merupakan tanggapan (respons) dari rangsangan (stimulus) yang muncul. Jika ada stimulus, maka muncullah respons.

Saat seseorang hendak merespons sebuah stimulus, terjadi proses olah pikir yang mula-mula membuka pintu kehendak bebas manusia. Pilihlah ini, maka risikonya begini, dan seterusnya. Faktor ingatan yang tersimpan, baik di alam sadar (consciousness) maupun alam bawah sadar (unconsciousness) manusia berupa partikel-partikel materi dan nonmateri.

Partikel tersebut merupakan benda-benda keras (hard), yakni segala materi yang tampak (visible) besar- kecil, dan lunak (soft) yang meliputi perasaan, aktivitas dan perilaku. Tersusun atas tumpukan peristiwa dari berlapis-lapis episode, pengalaman, pengamatan dan kepekaan. Pikiran manusia dan kekuatannya menguasai segenap partikel di sekelilingnya.

Membalas cacian dengan ribuan caci, pukulan dengan pukul-pukulan, merupakan pilihan perilaku yang reaktif. Proses olah pikir hampir tak memiliki ruang dan waktu di situ. Maka muncullah bentrok antarwarga, etnis, suku, agama, dan sebagainya. Kekerasan di mana-mana, manusia seperti kehilangan makna kemanusiaannya sendiri. Sebuah pernyataan merupakan stimulus yang dapat memicu pertentangan apabila kurang berkenan bagi kalangan tertentu.

Sayangnya sering kali pihak yang kurang berkenan langsung berespons tanpa memberi jeda bagi diri sendiri untuk berpikir lebih dalam. Respons tersebut bersifat reaktif yang mengemuka akibat dorongan impulsif. Berbagai kepentingan diri membuat orang cenderung impulsif dan agresif.

Padahal pilihan begitu banyak, ingatan dan kepekaan begitu dalam, tapi manusia cenderung menggunakan pikiran sekenanya. Padahal, pikiran punya kekuatan dahsyat men-dorong munculnya perilaku.

Kecurigaan yang membabi-buta atas ucapan-ucapan seseorang, telah menutup sebagian pintu simpanan ingatan positif di otak. Stimulus yang memperkuat kecurigaan hanya berisi curiga, tidak terima, tolak, "dia benci saya, maka saya harus segera me- lawannya", dan seterusnya. Apa yang orang pikirkan, lebih-lebih jika sudah masuk dalam level obsesif, pikiran itulah yang akan terjadi. Buktikan saja.

Kendalikan Diri

Salah satu target ketika bulan suci Ramadan tiba adalah mempertebal pengendalian diri. Mengendalikan diri tidak makan-minum setelah imsak hingga saat berbuka puasa, mengendalikan kemarahan, dan sebagainya.

Sesungguhnya setiap orang wajib melakukan pengendalian diri (self- controlling) dalam berbagai kesempatan, waktu dan tempat. Mengendalikan diri berarti melakukan apa yang benar. Tujuannya antara lain, mengendalikan emosi, menjaga keseimbangan pikiran (pikir, rasa dan laku), membuang cara-cara yang kurang tepat dalam interaksi sosial dan memilih perilaku positif.

Kekuatan pikiran luar biasa penting dalam mengendalikan diri. Untuk mengakomodasi dua kunci utama pengendalian diri, yakni mengenali diri sendiri (know ourself) dan memilih cara yang baik (choose ourself), diperlukan pemusatan pikiran. Proses dari kedua kunci utama itu mencakup kepekaan, pemahaman, menelaah konsekuensi, mengevaluasi, memotivasi diri, dan melakukan pilihan yang paling baik. Dapat disimpulkan bahwa seluruh proses melibatkan logika dan intuisi.

Albert Ellis, salah satu pakar terapi perilaku mengembangkan metode pengendalian diri yang cukup efektif. Teorinya disederhanakan sedemikian rupa sehingga mudah diimplementasi setiap orang. Ada empat tahap yang perlu dilakukan seseorang ketika ia berada dalam konflik yang membutuhkan pertimbangan- pertimbangan dan pengendalian diri.

Pertama, pikirkan konsekuensi ketika kita memilih untuk melakukan suatu tindakan. Katakanlah marah dan menyakiti seseorang di hadapan kita yang telah menciptakan situasi buruk bagi kita. Bayangkan situasi yang akan terjadi jika hal itu benar- benar kita lakukan.

Kedua, lakukan percakapan batin yang sering dikenal dengan self-talk. Proses ini adalah upaya kita memahami apa yang tengah terjadi di dalam pikiran kita. Mengapa kita sampai memiliki pikiran berkaitan dengan situasi dalam hubungan kita dengan seseorang itu.

Ketiga, sentuhlah sensitivitas kita, yakni berdebat dengan diri sendiri. Tanyakan mengapa kita harus melakukan tindakan itu, apakah orang tersebut benar-benar salah? Debatlah keyakinan yang merusak, yang menimbulkan prasangka buruk.

Keempat, saksikan efek dari tiga langkah sebelumnya, apakah yang terjadi? Keajaiban dari olah pikir kita akan nyata pada akhir proses ini.

Pikiran mengendalikan diri kita berarti pikiran melakukan hampir semua hal bagi kita. Itulah sebabnya ungkapan think positive tidak pernah pupus termakan zaman. Setiap saat orang masih sering mendengungkannya, terutama pada saat-saat sulit.

Pikiran para ibu rumah tangga hampir tak disadari ternyata berkekuatan besar membuat nasi lekas basi. Silakan lakukan percobaan ini. Sediakan berdampingan dua piring nasi yang baru matang dan dimasak dalam panci yang sama.

Pikirkan dan katakan di hadapannya bahwa nasi di piring sebelah kiri tidak enak, tidak putih, bau, pahit dan menjijikkan. Sebaliknya pikirkan nasi di piring kanan sangat pulen, harum, putih dan nikmat. Nasi di piring mana yang lebih cepat berjamur dan membusuk?

Sumber: Pikiran Melakukan Semua oleh Rinny Soegiyoharto, Psikolog, Anggota HIMPSI JAYA http://sad-ewing.staff.ugm.ac.id/hikmahdetail.php?id=178

Saturday, September 24, 2011

Spiritual Experience?

“We are not human beings having a spiritual experience,
we are spiritual beings having a human experience”.
Teilhard de Chardin


Memang banyak orang menyangka kalau kehadirannya sebagai manusia bermula sejak ia dilahirkan secara biologis, atau setidak-tidaknya sejak ia terbentuk sebagai janin di dalam rahim ibunya. Banyak orang menyangka keberadaan dirinya bermula sebagai keberadaan fisik material. Padahal sesungguhnya manusia adalah makhluk spiritual, yang sudah dicipta di sisi Tuhan jauh sebelum tubuh biologisnya dicipta di bumi. Manusia adalah makhluk langit. Tubuh biologis adalah cangkang yang mewadahi keberadaan manusia selama di muka bumi. Ada saatnya tubuh akan mati, terkubur dan hancur di bumi, menyatu lagi dengan tanah yang menjadi asalnya. Sedangkan sang manusia ruhaniah akan kembali lagi ke Allah penciptanya. Kematian bukan kepergian, tapi kepulangan.

Tak heran kalau dalam masa kehadirannya di bumi manusia lebih banyak memiliki pengalaman-pengalaman spiritual daripada pengalaman biologis yang material. Bahkan pengalaman biologis pun sebenarnya dialami dan dirasakan oleh ruh. Lezatnya makanan adalah sensasi saraf di lidah terhadap komposisi kimiawi makanan, kemudian sensasi itu diteruskan ke otak, lalu otak merefleksikannya ke ruh, dan ruh menginterpretasi dan menamakan sensasi tersebut menjadi rasa. Indahnya lantunan musik adalah gelombang-gelombang suara yang diterima oleh saraf pendengaran, lalu dikonversi menjadi impuls-impuls listrik menuju otak, dan otak merefleksikannya ke jiwa, untuk kemudian jiwa merasakan dan menikmatinya. Semua pengalaman biologis pada dasarnya adalah pengalaman ruhaniah. Semua indera jismani adalah sensor yang mendeteksi rangsang, sedangkan ruh adalah main processor yang mengolah dengan kesadaran, perasaan, nalar, keyakinan, bahkan motivasi dan kemauan. Namun karena kekurang jelian banyak orang menyangka pengalaman-pengalaman biologis adalah otonom, atau terbebas, dari peran jiwa.

Orang-orang yang sadar dan waspada (bahasa Jawa: eling lan waspodo) tidak akan terkecoh semudah itu. Di dalam sejarah peradaban manusia sejak dulu, di setiap jaman di segala bangsa, selalu saja ada manusia-manusia yang melakukan pencarian terhadap hakikat (the seeker, al-murid). Mereka tak henti-hentinya melakukan perjalanan (suluk) menelusuri relung-relung kehidupan manusia hingga ke kedalaman jiwanya, menembus pemikiran dan perasaannya, keinginan dan hasratnya, hingga ke pusat kesadaran dan keyakinannya. Mereka tak mau terjebak oleh pengalaman-pengalaman fisik belaka. Karena:
Melihat adalah terbutakan oleh warna
Mendengar adalah tertulikan oleh suara
Mengecap adalah terhambarkan oleh rasa

Para penjelajah itu sering disebut sufi, avatar, santo, budha, dan lain-lain. Mereka membawa cahaya, bukan warna; membawa makna, bukan suara; membawa pengalaman, bukan rasa. Orang-orang seperti ini selalu ada, meski seringkali tersembunyikan oleh gemuruh mesin-mesin modernisasi.

Sejarah juga membuktikan, tidak ada penguasa atau raja tertinggi di suatu negeri yang tak berguru dan tak berkonsultasi kepada orang-orang seperti itu. Di Romawi para kaisar selalu memiliki filosof-filosof yang menjadi konsultannya. Raja-raja jawa selalu memiliki resi dan begawan tempat bertanya. Para kepala suku Indian, juga di Afrika dan pedalaman Irian, selalu didampingi para dukun tempat bertanya kapan memulai sebuah perburuan, bahkan peperangan. Karena bagi mereka, yang sering disebut ‘orang-orang primitif’, peperangan pun bernilai sakral, tidak lepas dari kerangka spiritualitas, apalagi semata didorong hasrat keserakahan.

Kini banyak manusia di dunia, khususnya muslim di negeri-negeri Islam, merasa sakit. Sakit karena merasa tertekan oleh kejayaan material bangsa-bangsa Barat. Sakit karena merasa miskin dan tertindas. Sakit karena merasa tak mampu memunculkan rasa aman di dalam diri sendiri. Sakit karena konflik-konflik internal di tubuh umat seakan tak ada habisnya. Bayangkan, bagaimana sakitnya mata saat tersilaukan oleh cahaya yang sangat kuat. Cahaya itu adalah cahaya materialisme, sekulerisme, dan hedonisme. Cahaya yang mengundang dan menjanjikan banyak kebahagiaan, tetapi ketika di dekati membakar hangus jiwa-jiwa yang sudah meradang, merobek-robek cinta dan kemanusian yang luhur, lalu membatukannya menjadi bara dengki dan keserakahan, melumerkannya menjadi jelanta marah dan kebencian.

Sakitnya umat ini karena mengekor Barat, mengejar keunggulan materialisme dan hedonisme sambil mengabaikan spiritualitas yang diwariskan oleh para ulama salaf. Tengoklah lagi sejarah penyebaran Islam ke berbagai pelosok dunia. Islam dibawa oleh para pedagang dan para sufi pengelana. Bahkan ketika dunia Islam berjuang memerdekakan diri dari kolonialisme di awal abad 20, tokoh-tokoh perlawanan Islam yang berjuang di sepanjang koridor Marokko- Merauke didominasi oleh para sufi. Di Indonesia, Islam dibawa masuk oleh para sufi, disemaikan di bumi pertiwi oleh para sufi, dikawal melewati masa Hinduisme dan konialisme oleh para sufi, bahkan dibangkitkan kembali di awal kemerdekaan oleh para sufi. Sayangnya kesufian mereka tak banyak diketahui orang, karena mereka lebih menampakkan peran nyata sebagai politisi, guru, dan tokoh masyarakat. Ironisnya, justeru akhir-akhir ini lebih banyak juru klenik dan dukun magik yang mengaku sufi. Hal demikian ini menyebabkan banyak muslim Indonesia merasa asing dengan tasawuf, dan banyak yang terperangah heran ketika wacana-wacana ketasawufan diangkat kembali.

Tak ada bangsa yang menjadi besar dengan mengabaikan nilai-nilai luhur yang pernah menjayakan mereka di masa lalu. Umat Islam tak akan menjadi umat yang kokoh manakala mengabaikan nilai-nilai luhur aqidah, syariah, dan tasawuf. Muslim masa awal berjaya karena mendapat bimbingan langsung dari Nabi Muhammad s.a.w. yang sebagai rasululullah menjalankan tiga fungsi: tilawah (membacakan ayat-ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa orang-orang yang mengikutinya), dan ta`lim (mengilmui mereka dengan hukum dan hikmah)- lihat QS al-Jum`ah/62:2.

Saat ini tilawah sudah banyak digantikan oleh teknologi multi media berupa buku, kaset, internet, VCD, dan lain-lain. Ta`lim masih banyak dilakukan oleh para ustadz di berbagai majlis taklim. Persoalannya adalah siapa yang men-tazkiyahumat ini? Dulu para sahabat nabi sebelum mendapatkan taklim yang membuat mereka paham tentang banyak hukum dan hikmah, mendapatkan tazkiyah lebih dulu, sehingga dengan jiwa yang suci mereka mudah memahami isi taklim dan termotivasi kuat mengamalkannya. Kini umat belajar agama dengan duduk di depan perangkat multi media, dibimbing taklim oleh para mu`allim, tapi karena jiwa-jiwa mereka belum ter-tazkiyah-kan, lalu apa jadinya? Banyak informasi yang didapat tapi tak menjadi pengetahuan yang membuat orang dapat memahami relitas dengan cepat dan membuat keputusan dengan tepat. Banyak hukum dipahami namun membuat orang sibuk berdepat saling menyalahkan, akhirnya yang muncul kemarahan dan kebencian, sementara pengamalan terlewatkan. Hikmah banyak diwacanakan tapi sebatas bualan yang tak terasakan.Tashawuf dan sufi tak ternafikan dalam sejarah, tak terelakkan di masa sekarang dan mendatang.

Wahfiudin
http://wahfiudin.blogspot.com/2007/03/spiritual-experience.html