
Menurut Djamaluddin, astronom dunia dan lembaga astronomi seperti NASA sepakat, dugaan adanya alien, unidentified flying object (UFO), dan crop circle disebut sebagai pseudosains alias pengetahuan semu.
Karenanya, kata Djamaluddin, di lembaga astronomi, saat ini tak ada lagi kajian tentang makhluk luar angkasa itu. "Karena dugaan itu sulit dibuktikan secara ilmiah," ujar peneliti senior astronomi itu.
Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Sleman, Yogyakarta akhir pekan lalu. Warga Sleman menemukan adanya crop circle di persawahan. Diyakini, crop circle itu sebagai jejak UFO.
Belum selesai perhatian orang akan crop circle di Sleman, warga Bantul juga menemukan jejak serupa, hari ini.
Meski begitu, Djamaluddin mengakui masih ada astronom di luar negeri yang percaya soal alien. Tapi, ujar Djamaluddin, itu atas nama pribadi bukan institusi. Percaya kepada alien dan UFO, kata dia, sama seperti orang yang percaya pada paranormal.
Adapun soal dua orang utusan LAPAN yang dikirim ke lokasi crop circle di Sleman hari ini, dinilainya bukan untuk meneliti, melainkan hanya meninjau lokasi langsung. "Kalau penelitian, apa yang mau diteliti," katanya.
Menurut Djamaluddin, UFO bukan kompetensi LAPAN karena UFO diyakini tidak ada.
ANWAR SISWADI
Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/01/25/brk,20110125-308872,id.html
No comments:
Post a Comment